comic making

DOWNLOAD

author : M.S Gumelar


text content for preview:

Comic Making Part 1- M.S Gumelar 1
Comic Making
(Part 1)
M.S Gumelar
Keywords: comic, urutan gambar, tahapan membuat komik.
Abstract :
“ Komik comes from the word “comic” that means “funny” in English or komikos from komos “revel” in Greeks, which originated around the 16th century. This because in the beginning, komik was meant to make drawings about funny things…”
2 Ultimart – 01
Komik berasal dari kata “Comic” yang berarti “lucu” dalam bahasa Inggris atau kata kōmikos dari kōmos ‘revel’ bahasa Yunani yang muncul sekitar abad ke-16. Sebab pada awalnya, komik memang ditujukan untuk membuat gambar-gambar…
yang menceritakan tentang hal-hal yang lucu.
Pada awalnya, komik justru dimulai dari Comic Strip ada di
beberapa majalah atau koran-koran di masa lalu, dan seiring dengan
perkembangannya, maka komik tidak lagi dibuat secara Comic Strip dan
untuk temanya sudah tidak cenderung ke hal yang lucu lagi, tetapi lebih
meluas ke tema lainnya, mulai dari aksi, horor sampai fiksi ilmiah.
Dan juga seiring perkembangannya, komik yang tadinya khusus
untuk lelucon dan cenderung untuk segmentasi anak-anak mulai
bertransformasi menjadi konsumsi remaja dan dewasa, namanya di
beberapa negara lain juga berubah dari komik menjadi Graphic Novel.
Komik, menurut teori saya sendiri, adalah “urutan gambar yang
ditata sesuai cerita dan keinginan pembuatnya sehingga mudah dibaca,
kebanyakan diberi balon text, text effects, teks sebagai pengganti suara
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 3
dan kotak keterangan tertentu yang diperlukan sesuai kebutuhan”.
Untuk ukuran komik juga sudah bervariasi, tidak lagi
berbentuk Comic Strip satu baris atau 2 baris, tetapi lebih fleksibel,
sudah satu halaman buku penuh dengan berbagai macam ukuran yang
disesuaikan dengan kebutuhan (custom) misalnya mulai dari ukuran
A-5.
4 Ultimart – 01
Dan untuk selanjutnya kita akan menyebut komik dalam kata
aslinya yaitu “comic” agar terjadi standarisasi dengan dunia internasional.
Seiring dengan perkembangan zaman, comic yang dulunya dibuat
untuk media kertas kini mulai merambah pula ke dunia internet hingga
disebut dengan webcomic, e-comic, mobile comic electronic lainnya yang
relevan.
Komik dalam bahasa Jepang menjadi manga. Tetapi terjadi
kerancuan saat menerjemahkan kata ilustrasi atau illustration, membuat
gambar atau ilustrasi dengan style gambar Jepang juga disebut manga,
harusnya membuat “Irasuto” yang artinya ilustrasi atau gambar.
Untuk membuat comic tidak sulit, hal ini dengan syarat terlepas
dari pola pikir skill dan style gambar yang kita mampu, di mana
tujuan utamanya adalah membuat comic-nya, dan membuat comic
bisa dilakukan sendiri ataupun dengan tim. Mana yang lebih mudah,
membuat comic sendiri ataukah secara tim?
Bila ingin segera melakukan dan yang penting jadi comic, dengan
mengabaikan style gambar, mengabaikan kualitas gambar, mengabaikan
penintaan dan pewarnaan ataupun kualitas cerita, yang penting bisa
membuat comic dulu.
Oleh karena itu, pilihan membuat comic sendiri adalah pilihan
yang terbaik, namun bila ingin membuat comic yang berkualitas tinggi,
yaitu gambar, penintaan, cerita dan pewarnaan yang bagus maka
membuat comic secara tim akan lebih terencana dan menghindarkan
kejenuhan karena faktor waktu pengerjaan yang akan cenderung lama
bila dikerjakan sendiri.
Walau dari segi waktu pun sebenarnya bisa dikatakan tidak
berhubungan bila sudah dikaitkan dengan mood/ spirit comic-nya
(semangat) sedang tinggi. Semangat (mood/ spirit) ini yang terkadang
membuat suatu karya comic yang kita buat malah lebih cepat selesai dari
waktu yang telah kita targetkan sendiri.
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 5
Tentang kualitas comic, sebenarnya bisa menjadi rancu, hal ini
sering terjadi bila seorang comic artist yang andal, maka walaupun
mengerjakan sendiri, maka kualitas juga terkadang sangat bagus, jadi
tolok ukur untuk membuat comic yang bagus sebenarnya juga bisa
fleksibel tergantung kemampuan individunya sendiri ataupun team
yang terlibat di dalamnya.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa secara tim pun, membuat
comic bisa menjadi belum tentu hasilnya bagus dan berkualitas bagi dari
segi gambar, penintaan, pewarnaan, maupun ceritanya. Tetapi dengan
membuat comic secara team, satu faktor yang pasti akan diminimalkan,
yaitu faktor kejenuhan karena mengerjakan comic tidak secara
sendirian.
Baiklah, kita abaikan dulu tentang bagus dan tidaknya suatu
karya comic, kita akan
berfokus pada membuat
comic itu sendiri dan yang
penting segera berkarya
dulu, lalu dari hasil karya
tersebut, maka kita akan
bisa mengevaluasinya lagi,
lalu melakukan perbaikan
lagi di sana-sini, bisa juga
dengan menggambar ulang,
dan memperbaiki kualitas
gambar, kualitas penintaan,
kualitas pewarnaan dan
kualitas ceritanya suatu
saat nanti.
6 Ultimart – 01
Membuat comic ada 3 cara yaitu:
1. Traditional, membuat comic dengan alat dan bahan tradisional
seperti pensil, nibs (pena), tinta tahan air disebut juga tinta bak
(tinta cina atau tinta india), spidol kecil, spidol besar baik yang
tahan air (waterproof) ataupun yang tidak, kertas gambar, kertas
HVS, cutter, dan hairdryer sebagai pengering.
2. Hybrid, gabungan antara cara tradisional dan cara digital,
berapa jumlah dan persentase digital dan tradisionalnya tidak
begitu dipermasalahkan yang penting menggabungkan kedua
cara tersebut. Di mana secara tradisional memerlukan alat-alat
tradiosional seperti disebutkan di atas lalu menggabungkannya
dengan teknologi dan alat-alat digital seperti scanner, komputer
serta graphic dan page lay out softwares.
3. Digital, membuat comic dengan cara murni digital, tanpa
menggunakan alat dan bahan tradisional sama sekali, misalnya
menggambarnya menggunakan tablet, atau komputer tablet (PC
Tablet). Hingga semua proses dilakukan murni secara digital.
Untuk membuat comic secara hybrid dan digital bagi beberapa
orang mungkin akan terbentur dana dan juga faktor sulitnya
mencari orang yang punya kemampuan multi talents seperti itu.
Karenanya, akan dibahas dulu cara yang paling mudah, yaitu
membuat comic secara tradisional.
Ada beberapa tahapan dan rencana yang diperlukan untuk membuat
comic secara tradisional, yaitu:
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 7
I. Internal Factors:
faktor-faktor yang ditentukan oleh diri Sendiri, yaitu ide
comic, tema comic, plot comic, script comic, frame comic,
karakter-karakter dalam comic, adat dan budaya dalam
comic tersebut, serta keberanian dalam diri kita sendiri.
Skill atau kemampuan kita sendiri yang harus terus
dipertinggi tingkatnya dan pantang menyerah pada
keadaaan terburuk sekalipun untuk terus bangkit dan
bangkit lagi pantang menyerah, dan sengaja beberapa
istilah teknis, penulis tidak akan mengubah bahasa aslinya,
agar terjadi standarisasi dengan dunia internasional.
II. External Factors:
Faktor-faktor yang ditentukan oleh hal yang di luar dirinya
sendiri.
INTERNAL FACTORS :
A) Idea : ide atau gagasan kreatif akan segala sesuatu yang
belum pernah dipikirkan atau dilakukan orang
lain, berarti kalau punya ide harus segera diwujudkan
sebab di luar sana mungkin saja
ada orang yang sama idenya dengan kita,
karena siapa yang lebih dulu itulah yang menjadi
penentu.
8 Ultimart – 01
B) Story Theme : tema atau gagasan utama, dikembangkan dari ide
yang telah dimiliki. contoh tema-tema yang ada:
● Horror: cerita mistik yang berorientasi untuk membangkitkan
rasa takut pada hal-hal mistik, tahayul, hal-hal belum tentu ada
dan cenderung mengobral kesadisan, darah dan seks.
● Science Fiction: cerita fiksi ilmiah, cerita dibangun berdasarkan
acuan teknologi yang telah ada ataupun teknologi yang masih
dalam konsep, dikembangkan lebih jauh, hingga menjadi cerita
fiksi yang punya dasar acuan logika seperti mesin waktu, masa
depan, tetang kecanggihan teknologi, cerita fiksi ilmiah ini
sangat luas juga segment-nya/ pecahan-pecahannya, sebab bisa
digabungkan dengan tema lainnya.
● Imagination/ Fantasy/ Fiction: cerita khayalan, cerita hayalan
tidak selalu bercerita tentang hal masa depan atau tentang
kecanggihan teknologi, tetapi cerita sehari-haripun kalau di buat
berdasarkan imajinasi dan tidak berdasarkan kisah yang terjadi
secara nyata, ini juga termasuk kisah imajinasi.
● Action: cerita aksi, di mana banyak terjadi adegan perkelahian,
petualangan, kejar-kejaran, yang dilakukan oleh seorang atau
sekolompok tokoh utama, tema ini juga bisa digabungkan dengan
tema lainnya, seperti action science fiction.
● Drama: cerita tentang kejadian sehari-hari manusia saat ini yang
melibatkan percintaan, kesedihan hidup dan perjuangannya
dalam mencapai cinta dan cita-cita yang diimpikannya, kisah
drama cende- rung mengobral kesedihan, kekecewaan dan
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 9
kata mengapa-mengapa yang selalu menyesali setiap langkah
kehidupannya.
Hingga keberhasilannya dalam mengatasi semua masalah dalam
kehidupannya tersebut, atau malah di ending-nya tidak sukses
sama sekali. Cerita drama bisa dibuat berdasarkan imajinasi
ataupun mencontoh dan berdasar pada kisah yang pernah dialami
oleh dirinya sendiri ataupun oleh orang lain.
● Comedy: kisah lucu dan konyol, mengobral lelucon yang bahkan
leluconnya terkesan dipaksakan, bunyi kentut, kata-kata yang
diulang-ulang, perlakuan dan perbuatan yang dilebih-lebihkan.
Kesalahanpahaman karena beda persepsi, kesalahan dengar,
pemlesetan kata-kata, singkatan-singkatan lucu, memperburuk
lagi wajah dan bagian tubuh yang memang sudah buruk,
kesalahan di tempat dan waktu yang tidak tepat, kecelakaan yang
tidak disengaja ataupun disengaja tetapi tidak membuat tokohtokohnya
terbunuh, hanya gepeng saja ataupun yang sejenisnya,
meniru iklan dan hal-hal yang dianggap konyol lainnya.
● Wizardry/ Witchcraft: kisah tentang kekuatan makhluk yang
terevolusi lebih tinggi, hingga berkesan seperti magic atau mutant,
di masa lalu yang kelam di kerajaan tertentu dan bagaimana usaha
seorang hero di masa itu berupaya menyelamatkan kerajaannya
dari kekuatan lawan-lawannya yang ingin merebut kerajaannya.
Selain itu, cerita seorang ksatria pedang, ksatria panah, ksatria
tombak, ataupun ksatria penyihir atau ksatria mutant dengan
bantuan alat-alat teknologi tinggi di masa lalu dan teman – teman
10 Ultimart – 01
aliennya atau monsternya yang berhasil menyelamatkan putri dan
kerajaan tertentu dari ancaman kehancuran oleh lawan mereka
yang berperan sebagai para antagonis.
● Mysteri: Cerita yang lebih menjurus pada permainan logika,
karena banyak teka-teki yang harus dipecahkan, kebanyakan cerita
misteri ini dipakai dalam cerita detektif atau kepolisian, spionase,
di mana tokoh hero atau tokoh baik akan berjuang memecahkan
teka-teki pembunuhan yang telah, dan akan dilakukan oleh si
tokoh antagonis, dan bagaimana cara si tokoh hero atau protagonis
ini berusaha untuk membekuk dan membawanya ke jalur hukum
untuk mendapatkan balasan dari perbuatannya yang melanggar
hukum tersebut.
● True story: kisah nyata atau berdasarkan kisah nyata atau dalam
bahasa Inggrisnya based on true story, cerita ini tidak semuanya
benar, tetapi memang berdasarkan kejadian nyata sebagai
dasarnya, tetapi tetap secara keseluruhan adalah hasil imajinasi.
Tetapi bila memang kisahnya nyata sungguhan, maka tidak ada
kata “based on” langsung saja “true story”.
● Myth/ Saga/ Legend/ Folklore: cerita rakyat yang turun-temurun
dan bahkan dianggap religius oleh kalangan masyarakat tertentu
yang menceritakan tentang kehebatan seorang manusia dengan
kekuatan super di masa lalu.
Kekuatan ini berasal dari makhluk yang lebih cerdas dan lebih
tinggi peradaban dan teknologinya nya di masa lalu yang disebut
dengan banyak nama seperti ras dewa, ras alien, ras deity, ras
tuhan, ras apa pun yang dianggap lebih unggul dari segi teknologi
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 11
maupun kemampuan fisik & mentalnya. Myth juga punya padan
kata lain yaitu Saga, Legend atau Folklore.
● Epic: cerita yang menggunakan penulisan teknik puisi yang
panjang untuk menceritakan keberhasilan seorang pahlawan di
masa lalu.
● History/ Based on History: cerita yang menggunakan referensi
sejarah sebagai acuan ceritanya.
● Fable: kisah pendek yang langsung menuju pada contoh moral
yang ingin disampaikan, biasanya dalam bentuk satwa, tanaman
ataupun benda-benda lain yang diasumsikan dapat berbicara,
namun cerita fabel tidak selalu identik dengan kisah-kisah satwa
yang berperilaku seperti manusia.
● Sex: kisah yang orientasinya mengobral seks sebagai sasaran dan
hiburannya dalam tema ini.
● Hybrid Themes: atau bisa disebut juga dengan Mixed Themes,
kisah yang menggabungkan minimal dua tema atau lebih, seperti
menggabungkan tema horror dengan science fiction, tema comedy
dengan horror sekaligus science fiction.
Dari semua kategori tema yang ada tersebut, semuanya
dikelompokkan lagi menjadi tiga kelompok besar berdasarkan
segmen (kelompok) pembacanya, yaitu:
1. CERITA ANAK-ANAK: Segmen pembaca untuk usia Prasekolah,
12 Ultimart – 01
TK, SD dan sederajat, atau semua umur. Dan untuk dipahami
juga, bahwa cerita untuk anak-anak, tidak harus tokoh-tokoh
yang bermain di dalamnya juga seorang anak-anak, bisa juga
monster, alien, robot atau orang dewasa, yang penting jalan dan
isi ceritanya memang untuk segmentasi pembaca anak-anak.
2. CERITA REMAJA: Segmen pembacanya untuk anak-anak remaja,
seperti SMP, SMA, mahasiswa dan yang sederajat, dan juga
jalan ceritanya biasanya tentang hal-hal percintaan remaja dan
kehidupan remaja pada umumnya, tetapi boleh juga tentang fiksi
ilmiah dimana gaya cerita dan tokoh-tokoh yang ada kebanyakan
para remaja dan disesuaikan dengan gaya cerita remaja.
3. CERITA DEWASA: Segmen pembaca dengan usia dewasa, saat
ini usia dewasa secara standar pemerintah kita adalah tujuh
belas tahun, tetapi di beberapa negara ada yang beda, mungkin
delapan belas tahun atau ada yang enam belas tahun. Cerita
dewasa biasanya banyak kata-kata kasar, sumpah serapah, adegan
kekerasan dan seksual.
Oleh karena itu, kita harus memberikan area tertentu pada
sampul buku dengan tulisan untuk “17 TAHUN KEATAS atau
“Bacaan Khusus Dewasa” di bukunya agar tidak dibeli oleh anak
di bawah umur, dan penjual comic juga harus peduli juga dengan
tidak meletakkan comic untuk dewasa ini di area yang mudah
terjangkau oleh anak-anak dan remaja yang belum dewasa.
C) Plot : backbone (essence) of story, kerangka
untuk menyusun keseluruhan cerita dari awal
sampai akhir secara terperinci berfungsi sebagai
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 13
guide agar cerita tidak keluar dari bahasan dan tema
yang diperlukan.
Plot muncul karena beberapa pertanyaan berikut:
– what : Tentang apa, apa yang dicari?
Apa yang dimaksud?
Apa yang diinginkan?
Apa yang jadi rebutan?
Apa yang menjadi sebab?
Lebih cenderung ke sesuatu yang jadi poin utama
yang dipertanyakan oleh pembaca ataupun tokoh
utama dalam cerita tersebut
– when : Kapan terjadinya?
di masa lalu?
masa kini?
masa depan?
lintas masa?
Lebih cenderung ke sesuatu yang merujuk ke kapan
cerita tersebut berlangsung
– where : Terjadi di mana?
di Bali?
di Indonesia?
di Asia?
di Bumi?
di planet lain?
14 Ultimart – 01
di galaksi lain?
di realita lain?
atau di dunia buatan sendiri?
Lebih cenderung ke sesuatu yang merujuk tempat
cerita tersebut berlangsung
– why : Mengapa hal itu terjadi?
Mengapa terjadi pada saya?
Mengapa yang lainnya?
Mengapa team saya?
Mengapa keluarga saya?
Mengapa kekasih saya?,
Mengapa negara saya ?
Lebih cenderung ke sesuatu yang merujuk ke
mengapa-mengapa lain sebagai penyebab dan
pemula Inti cerita
– who : Oleh siapa ini terjadi?
Siapa yang akan jadi savior (penyelamat)?
Siapa korbannya?
Siapa sebagai penyebab “cause” dari cerita
Lebih cenderung ke sesuatu yang merujuk ke
karakter-karakter yang dibuat dan tujuan mereka
dibuat
– how : Bagaimana perjalanansi si hero?
Bagaimana si hero dapat support peralatan,
makanan, teknologi, sekutu?
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 15
Bagaimana si hero dapat teman-teman barunya?
Bagaiman si hero mendapatkan cintanya?,
Bagaimana pengembangan ceritanya bagaimanabagaimana
yang lainnya.
– solution : memberi solusi atau problem solving dari
permasalahan yang muncul, pemecahan masalah
dari permasalahan yang muncul sejak awal
dimana kita sudah menyiapkannya dan harus tahu
pemecahan masalah sejak awal cerita diciptakan
agar solusinya terkesan tidak dipaksakan.
Plot mempunyai anatomi dua variasi penyusunan,
A. Variasi Normal:
1. Beginning of the Story, atau Awal Cerita ?
why, who, when, where.
2. Story Expander, Tengah atau Pengembangan
Cerita?
why, when, where, how.
3. Ending, akhir atau final atau solution atau problem
solving?
who, how, when, where, problem solving
(solution).
16 Ultimart – 01
B. Variasi Flashback:
1. Story Expander, Tengah, Hampir ke Akhir Cerita
atau Pengembangan Cerita?
why, when, where, how.
2. Beginning of the Story, atau Awal Cerita?
why, who, when, where.
3. Story Expander, Tengah atau Pengembangan
Cerita?
why, when, where, how.
4. Ending, akhir atau final atau solution atau problem
solving?
who, how, when, where, problem solving
(solution).
D) Storyline/ Script : Naskah keseluruhan comic dalam bentuk teks,
yang sudah lengkap dengan keterangan waktu,
tempat dan pelaku-pelakunya yang terlibat
dalam pembicaraan, aksi ataupun semua hal
yang ada di dalam adegan yang diperlukan atau
disebut dengan nama scene.
E) Raw Comic Sketch : comic secara sketch kasar di kertas, berupa
coretan-coretan atau sketch kasar yang masih
mentah dari script yang telah dibuat. Di sini juga
sudah dituliskan dialog dan hal-hal yang
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 17
diperlukan dalam bentuk balon text yang juga masih
kasar hanya sebagai penunjuk script yang dimaksud
dan adegan yang diinginkan dalam scene yang ada.
F) Ending : akhir dari suatu cerita yang memberi kesimpulan
akhir, biasanya terdiri dari tiga variasi berikut ini:
1. Happy Ending : cerita yang endingnya bahagia
2. Sad ending : cerita yang endingnya sedih agar
mudah di ingat orang
3.Float/Open ending : ending ngambang,biasanya
u n t u k t ema h o r r o r
bersambung, apakah yang
bukan horror tidak boleh
bersambung? Tentu saja
boleh.
G) Character : Karakter terdiri dari tampilan luar dan sifat-sifat
(nyawa) yang kita berikan pada suatu tokoh
yang telah kita desain dan gambar, hingga si
tokoh tersebut mempunyai sifat- sifat yang kita
berikan, karakter adalah gabungan antara
tampilan wajah, bentuk tubuh, kostum, aksesoris,
adat, budaya kebiasaan dan sifat dari suatu tokoh
yang kita buat, buat character chart, facial expression
serta gerakan khusus (gesture) yang dimiliki
untuk setiap tokoh mulai dari tokoh utama (main
character) yang biasanya protagonis sampai pada
tokoh-tokoh yang jadi rivalnya, biasanya antagonis.
Karena comic tentang berbagai karakter yang
18 Ultimart – 01
menjalin suatu kisah dalam mencapai ambisi
(cita-cita) mereka dalam versinya sendiri didunia
tersebut, maka kini kita fokus kepada “who”, atau
siapakah karakter atau sifat-sifat yang kita berikan
pada tokoh-tokoh buatan kita tersebut.
Ada beberapa sifat yang bisa kita terapkan pada
gambar atau desain tokoh yang kita buat yaitu:
1. Good Character : Karakter yang baik, seperti ceria,
positive thinking, humanism
mind set oriented, jujur, care to
others, tidak munafik.
Selain itu, sederhana,
berwibawa, disegani lawan
bukan karena lawan takut
dengannya, tapi karena
menghormatinya dan menyukai
sifat tokoh utamanya yang
peduli pada yang lain, tidak
mudah marah dan sifat-sifat
positif lainnya.
2. Bad Character : negative thinking, prejudice to
others (prasangka buruk) easy
judging (mudah menghakimi
orang lain tanpa meneliti
masalah lebih lanjut).
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 19
Selain itu, mudah
mengasumsikan orang lain
dengan pendapat pribadi
(menyimpulkan orang lain
dengan persepsi/ pendapatnya
sendiri, misalnya: oh si A
ternyata begini dan begitu,
tanpa klarifikasi dan
menanyakan dulu pada orang
tersebut, padahal belum tentu
seperti yang dia pikirkan).
Ignorance (tidak mau tahu
dan tidak peduli, pokoknya
bila tidak sesuai dengan apa
yang saya pikirkan, maka pasti
salah), Religious Terorism
mind set oriented, munafik
(sebenarnya mau tapi bilang
tidak mau), serakah, pelit,
selfish (mementingkan diri
sendiri)
Suka menekan orang lain
demi kepentingannya, penjilat,
munafik, plin-plan tidak
pernah melakukan apa pun
tetapi mengklaim hasil karya
orang lain sebagai miliknya,
suka memfitnah, sadis,
mampu membunuh/ orang
20 Ultimart – 01
dan makhluk lainnya yang
menghalangi jalannya.
Menciptakan keseganan ke
orang lain dengan menunjukkan
kekuasaan, kekuatannya dan
kebengisannya pada orang
lain dan semua sifat buruk
yang pernah dan belum pernah
dipikirkan oleh manusia
lainnya.
3. Wise Character : karakter yang netral, tidak
memihak, cenderung sebagai
the watcher atau pengawas saja,
melihat semuanya harus terjadi
agar kita semua mendapatkan
pelajaran dan memetik moral
agar naik level kebijaksanaan
kita ke level yang lebih tinggi
lagi.
Karakter bijak atau elder orang
yang dituakan, belum tentu
orangnya tua bisa juga muda
atau anak-anak tetapi sudah
bijaksana, kalau ada kata-kata
dari pemerintah “kita harus
membentuk bangsa kita menjadi
bangsa yang berkarakter”
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 21
karakter yang manakah? Sebab
kata-kata itu harus dilanjutkan
sampai selesai dan jangan
dibiarkan ngambang, misalnya
karakter yang “baik”.
H) Frame : Pengaturan frame atau kotak-kotak pembatas di halaman
comic juga ikut memberi sentuhan tersendiri, dengan cara
mengatur frame-frame sesuai kebutuhan kita, maka kita
bisa memberi arahan ke pembaca comic kita, seperti kotak
yang paling besar memakai ruang atau space dihalaman
adalah yang menjadi point of focus, atau point of interest
atau emphasis dari keseluruhan di halaman tersebut.
Bentuk atau shape dari frame tidak harus kotak, bisa
bervariasi sesuai dengan kreativitas kita masingmasing
selama urutan frame-nya masih bisa dibaca dengan
mudah dan tidak menimbukan kebingungan pembacanya.
I) Text : Pengaturan teks, bentuk teks yang dipakai atau font,
juga menerapkan Teks yang menjadi ciri khas suatu
tokoh comic, seperti manusia api, maka bentuk font-nya juga
akan menarik sekali bila menggunakan font dengan tema api.
J) Visual & Sound Effects: Memberi effects gambar seperti bintangbintang,
atau effects
Apa pun yang sesuai dengan script yang
telah dibuat, karena dalam comic, maka
sound effect-nya juga berupa tulisan, bukan
suara, misalnya suara jam di tengah malam,
22 Ultimart – 01
maka sound effect-nya berupa tulisan tiktok
tik-tok, itu kalau jamnya model lama.
K) Drawing Skill : Keahlian kita dalam menggambar, banyak latihan dan
belajar banyak dengan membaca buku-buku
bagaimana membuat comic, membuat illustrasi,
dan menggambar karakter yang bagus, yang perlu
diingat, tidak semua yang ditulis di dalam buku itu
benar, ambil yang baiknya dan buang yang
tidak berguna, sebab saat kita salah membaca buku
yang tidak bermutu maka pola pikir kita juga akan
ikut salah, oleh karena itu berhati-hati juga
saat membeli buku, dengan cara seperti ini,
maka kita suatu saat bisa membuat
dan menerbitkan buku yang lebih baik
lagi setelah mengetahui kelemahan dari buku-buku
yang ada.
Selain skill tradisional, juga di masa ini akan lebih
bagus bila punya kemampuan
menggunakan komputer, scanner, digital
camera, dan softwares yang diperlukan dalam
dunia membuat comic secara tradisional maupun
digital.
Namun, biasanya dengan skill gambar yang
bagus, gambar hitam putih saja sudah sangat
bagus, apalagi bila diwarnai, dengan perwarnaan yang
tepat, maka akan menghasilkan gambar warna yang
maksimal.
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 23
L) High Spirit : semangat tinggi dan bermental
baja dalam membuat comic dan pantang
menyerah pada keadaan, terus berjuang
untuk berkarya, kalau jatuh
bangun lagi, lagi dan lagi hingga
tercapai tujuannya, ada pepatah
“finish what you start” artinya,
selesaikan apa yang telah
dimulai, apa pun halangannya, dicari
solusinya agar menjadi jalan keluar
dari setiap masalah yang ada.
M) Global Thinking : berpikirlah yang besar dan bersikaplah
menjadi orang besar, bila berkarya,
bercita-citalah membuat karya yang
bisa mengglobal karyanya, agar
karya bisa mengglobal, tentunya
membuat karya yang bagus
dari segi cerita dan gambar serta
dalam bahasa internasional,
seperti bahasa Inggris, memasarkan
karya dengan memanfaatkan internet
dalam e-commerce, hingga
karya comic-nya bisa dijual dalam
bentuk PDF dan
bisa diakses oleh orang di negara mana
pun.
24 Ultimart – 01
N)Alat dan Bahan : bila membuat comic tradisional, memerlukan
pencil, penghapus, penggaris,
penajam pencil, cutter, pena, ballpoint,
spidol, correction pen, tinta bak atau tinta cina
atau tinta india, cat semprot spray paint clear
lacquer varnish, dan warna bisa berupa cat
air, cat air transparan dari spidol transparant
dan cat poster bila diperlukan dan
screentone.
Tetapi sekali lagi, itu semua cuma
alat dan bahan, dengan alat dan bahan
sebagus dan secanggih apa pun,
kalau kemampuan skill yang aslinya
memang buruk, maka buruk jugalah hasilnya,
yang terpenting adalah drawing skills dan
sense of art-nya.
Untuk teknik hybrid comic memerlukan
Scanner, Computer, Graphics dan Page
Lay Out Softwares dan tentu saja keahlian
mengoperasikan komputer. Sedangkan
untuk proses membuat digital comic murni,
maka scanner tidak diperlukan, tetapi
memerlukan PC tablet atau Drawing Tablet
untuk menggambar secara langsung di
komputer.
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 25
II. EXTERNAL FACTORS:
Faktor-faktor yang ditentukan oleh hal yang diluar dirinya sendiri,
faktor-faktor ini di antaranya adalah:
1. Networking, banyak teman bisnis, dan juga teman di media
cetak, media TV, media radio, dan juga
dengan banyak teman bisnis akan sangat berguna
untuk bisa mendapatkan pendana dan sponsorship,
tetapi bisa dari dana sendiri bila memang mampu.
2. Branding, dengan membuat nama dan karya kita selalu ada di
mana–mana pada setiap waktu, tempat, dan
setiap generasi. Generasi akan berganti, generasi
lama akan digantikan generasi baru, dan tiap
generasi punya kesempatan untuk bisa membuat
sejarahnya tersendiri.
3. Inovating, branding bisa dikalahkan dengan inovasi baru,
perusahaan yang memfokuskan diri ke branding
biasanya untuk research (penelitian) dan membuat
terobosan baru menjadi lambat. Celah ini bisa
dimanfaatkan oleh perusahaan middle-low
untuk membuat inovasi secara cepat, hingga selalu
saja perusahaan baru dan pendatang barulah yang
bisa merebut pasar dengan cepat karena inovasi
yang cepat pula.
26 Ultimart – 01
Dalam comic, inovasi berupa cerita yang bagus dan
beda pola pikirnya dengan tujuan mencerahkan
pikiran hingga menuju pola level kebijaksanaan
lebih tinggi, atau gaya gambar comic realis yang
sehebat mungkin melebihi level yang pernah ada,
ataupun membuat style gaya gambar maupun
desain tampilan comic yang berbeda hingga menjadi
trend setter bagi yang lainnya.
4. Promoting, atau kegiatan branding yang sangat aktif di saat-saat
tertentu, misalnya tahun baru dan hari-hari besar
lainnya dibuat salah satu acara untuk
mempromosikan hasil karya kita, atau mengadakan
seminar, workshop, apresiasi, competition dan
exhibition.
5. Marketing, yang sebenarnya merupakan salah satu kegiatan
branding dan promoting, marketing adalah proses
pemasaran, yaitu:
a. Selling, penjualan barang
b. Distributing, Pendistribusian barang
6. Publicity, publisitas di media, seperti iklan, kerja sama dengan
media online, media cetak dan media broadcast
seperti TV, radio, wireless communication media
lainnya yang relevan. Disisi lain, dengan membuat
comic yang bagus dari segi cerita dan gambar, juga
memudahkan comic untuk dipublikasikan dalam
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 27
liputan-liputan yang dilakukan oleh media-media
tersebut tanpa diminta hingga karya tersebut akan
semakin dikenal lagi.
Faktor keterkenalan seseorang atau dikenal
karyanya di zaman ini sudah tidak lagi terbentur
oleh waktu, sebab di masa lalu, seseorang atau
karyanya dikenal berdasarkan sudah lama sekali
bahkan sudah puluhan tahun berkecimpung di
bidang tersebut, tetapi di masa informasi dewasa
ini.
Karena itu, berapa lama waktu berkecimpung sudah
irrelevan lagi, sebab saat ini, semakin banyak
menyebar informasi di internet dan kualitas
karyanya yang memang bagus walaupun dianggap
sebagai pendatang baru, maka dialah yang akan
dikenal oleh orang-orang luar negeri bila pasarnya
memang membidik pasar global.
7. External luck, faktor ini memang unik, datangnya random, tidak
peduli kita bodoh, tidak peduli kita pintar, tidak
peduli kita kaya, tidak peduli kita miskin, suatu saat
keberuntungan akan datang maka dia akan datang,
tetapi juga faktor external bad luck (kesialan) juga
punya sifat yang sama, datangnya secara random
pula.
Menggambar comic di seluruh dunia mempunyai
tiga aliran gaya gambar yaitu:
28 Ultimart – 01
A) Cartoon Style: gaya gambar lucu, cartoon artinya gambar lucu,
jangan bingung dengan animasi cartoon, animasi cartoon atau
film cartoon artinya animasi gambar lucu atau film gambar lucu.
contoh Cartoon Style:
USA – Eropa : Donal Duck, Asterix n Obelix, Tintin,
Billn, Bull, Smurf, dll
Jepang : Sin Chan, Kobo Chan, Doraemon dll
Indonesia : Timun, Om Pasikom, Panji Koming,
Kompopilan, dll
B) Semi Cartoon – Semi Realism Style: gaya gambar gabungan
semi realis dan cartoon, dimana menggabungkan antara gaya
gambar lucu dan gaya gambar realis, seperti karikatur adalah
ciri yang paling khas. Tetapi ada banyak pula gaya-gaya lainnya
tergantung dari skill gambar realis dan cartoon yang digabungkan
dan ini merupakan level atau tingkatan dari comic artist itu sendiri.
contoh Semi Cartoon – Semi Realism Style:
USA – Eropa : Kebanyakan Marvel Comics, Mad
Magazine,
Jepang : avatar, Sailormoon, Street Fighter, Dragon
Ball, Naruto, dll
Indonesia : Sawung Kampret, Doyok, Ali Topan, dll
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 29
C) Realism Style: gaya gambar realis, dimana gaya gambar comic yang
dibuat semirip mungkin mendekati anatomi,
postur tubuh, wajah dan ras manusia sesungguhnya.
Aliran Realism lebih cenderung gaya gambarnya
mengarah pada wajah ras darimana comic tersebut
berasal, misalnya comic artist-nya dari Jepang,
maka gambar wajah yang digambar cenderung
wajah ras Jepang, demikian juga USA atau Eropa, maka
cenderung untuk menggambar wajah
Caucasian, demikian juga ras Negro, ras Timur
Tengah, Ras India dan ras Negara
kita Indonesia, akan cenderung untuk membuat
comic dengan gaya Gambar Realis ras-nya sendiri.
contoh Realism
Style:
USA – Eropa :
Kingdom Come,
Trigan, Storm,
Justice, dll
Gaya Jepang :
Y’s, City Hunter,
Crying Freeman,
dll
Indonesia :
Godam, Gundala,
Caroq, Komodo,
dll
30 Ultimart – 01
Demikianlah ulasan bagaimana membuat comic secara tradisional.
Masih akan diulas pada edisi selanjutnya.
Kosa kata:
A-5 : ukuran kertas setengahnya dari A4, yaitu 21 x 14,85
cm
custom : menggunakan ukuran yang ditentukan sendiri
webcomic : comic yang ditampilkan di media internet
e-comic : comic berupa e-book dalam format PDF
mobile comic : comic untuk mobile atau cellphone
mood : keinginan untuk berkarya
spirit : semangat
irasuto : ilustrasi dalam bahasa Jepang
comic artist : seniman pembuat comic atau Mangaka dalam
bahasa Jepang
protagonis : tokoh baik
antagonis : tokoh jahat
Comic Making Part 1- M.S Gumelar 31

Your email address will not be published. Required fields are marked *