Membuat Lukisan Pasir

Siapa yang tak kenal Vina Candrawati dan lukisan pasirnya. Melalui baluran-baluran pasir yang dibentuknya di atas kaca transparan penampilannya di IMB (Indonesia Mencari Bakat)sunguh memukau. Vina menamburkan butiran-butiran pasir, membentuknya menjadi bagian-bagian wajah dan bentuk lain secara bergantian seperti sedang bercerita.

Bila kita menilik masa lampau, lukisan pasir sebenarnya sudah lama ada. Selama berabad-abad lamanya, suku Indian Navajo telah menggunakan lukisan pasir dalam ritual keagamaan dan penyembuhan. Ketika ritual dimulai, lukisan pasir dibuat lalu dimusnahkan saat ritual selesai.Saat ini rupanya seni lukis pasir menjadi hal yang patut diapresiasi. Tidak sedikit seniman-seniman yang kemudian menggeluti bidang ini. Sesuai gaya mereka masing-masing, pasir kemudian diolah menjadi bermacam-macam lukisan yang bernilai tinggi, baik berupa kaligrafi, pemandangan alam, potret wajah, maupun untuk life show di cafe dll sepeti yang dilakukan vina di panggung IMB.

Nah, pada kesempatan kali ini serufo akan berbagi tips tentang bagaimana cara membuat lukisan pasir.Sebelumnya, material yang harus kita siapkan adalah tentu saja pasir. di bumi ini ada sekian banyak jenis pasir dengan berbagai tekstur dan warna. Kita dapat membuat kombinasi tekstur dan warna pasir dalam satu lukisan sehingga menjadi terlihat alami (natural).

Pasir dapat juga kita warnai sesuai selera. pilihlah cat/ pewarna yang tidak mudah pudar. jangan lupa keringkan dahulu pasir yang hendak kita gunakan sampai benar benar kering. tujuannya agar pasir tidak menggumpal sewaktu ditaburkan.

 

Sebagai kanvas, kita bisa memnggunakan kanvas kain yang di-span, triplek atau karton tebal. Agar pasir dapat merekat pada kanvas, gunakanlah lem kayu transparan (saat masih basah biasanya berwarna putih). Siapkan juga peralatan lain seperti kuas dalam beberapa ukuran, pisau palet, dan alat penyaring. Pasir yang sudah kita keringkan selanjutnya kita saring terlebih dahulu menggunakan alat penyaring supaya didapatkan butiran yang seragam. Dengan menggunakan berbagai ukuran saringan, maka kita dapat mengelompokkan butiran-butiran pasir yang berbeda beda ukurannya.Langkah selanjutnya kita dapat menggambar pola/sketsa lukisan pada kanvas yang akan digunakan. gunakan alat tulis yang tahan air untuk mencegah pola yang sudah kita buat hilang, luntur saat kita lapisi dengan lem kayu yang berbasis air.

Mulailah mengolesi pola menggunakan lem kayu (PVAc) dan menaburinya dengan pasir sesuai warna dan ukuran butiran pasir yang kita rencanakan. Pisahkan pasir yang sudah ditaburkan dengan memiringkannya atau sambil diketuk perlahan lalu keringkan setelah itu baru dapat dilanjutkan untuk bagian warna berikutnya. Pelapisan pasir dilakukan setahap demi tahap sesuai dengan warna pasir dan tekstur pasir. Selesaikan dahulu satu warna sebelum pindah ke warna yang lain, supaya warna tidak bercampur. Bila diperlukan pelapisan dilakukan berulang ulang sampai ketebalan yang dikehendaki, minimal 2 kali untuk menutup permukaan. Pengulangan lapisan diulangi bila lapisan sebelumnya sudah kering. lakukan sampai pola tertutup seluruhnya. Setelah dirasa cukup, keringkan sampai benar benar kering sehinga pasir merekat dengan sempurna.

Selanjutnya, pemilihan bingkai juga harus diperhatikan. Selain untuk menambah estetika, pemilihan bingkai yang tepat seperti bingkai kaca dapat juga berfungsi melindungi lukisan pasir yang kita buat lebih awet. bingkai kaca tentusaja dapat memblokade tangan pemirsa yang penasaran ingin menyentuh lukisan pasir yang kita buat. Jangan lupa tambahkan mounting setebal minimal 3 mm antara kaca dengan lukisan agar permukaan lukisan pasir tidak terhimpit kaca.

 

Comments

Leave a Reply to Ani Mulyani Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *