SAMA = DENGAN (Pameran Pendidikan Lanjut Angkatan 19)

 

 

Minggu (13/5) adalah hari terakhir pameran pendidikan lanjut (dikjut) Serufo angkatan 19. 1527451812181Pameran yang bertajuk SAMA = DENGAN ini berlangsung di Galeri SMSR yang berlokasi di Jalan  Bugisan Sel. No.343, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pameran ini diadakan sebagai puncak dari pelatihan pendidikan lanjut yang dijalani oleh angkatan 19 sekaligus dipanitiai oleh angkatan 19 sendiri.

Saad Maryanto sebagai ketua Pameran Dikjut tahun ini menceritakan awal terbentuknya judul pameran yaitu SAMA=DENGAN “Dalam suatu perbincangan mengenai kesetaraan, masing- masing dari kami begitu antusias untuk mengutarakan gagasan mengenai topik serupa, dan kemudian menjadi sebuah lahan informasi dari berbagai bidang yang berbedabeda, karena masing-masing dari kami berasal dari latar belakang kehidupan berbeda dan berasal dari berbagai fakultas dengan jurusan yang berbeda pula, perlunya mempunyai tempat untuk mewadahi topik yang komperhensif tersebut maka tercetuslah sebuah ide yaitu “SAMA=DENGAN“ . Sama Dengan merupakan keadaan di mana tidak ada jarak antara manusia satu dengan yang lain. Tidak ada deskriminasi. Tidak ada yang saling mendominasi, setiap pergerakan berjalan beriringan saling menjaga kerukunan. Ide ini kemudian menjadi judul dalam pameran kami yang bagi kami adalah tempat untuk mewadahi gagasan-gagasan pameris, lalu dikemas menjadi sebuah karya seni rupa dan fotografi dengan berbagai teknik berkarya seni. SAMA=DENGAN akan menjadi wadah sekaligusjalandari segala keluh kesah, curahan hati  mengenai kehidupan, keadaan lingkungan , orang lain ataupun kritik untuk diri sendiri .Jadi secara sederhana SAMA=DENGAN adalah sebuah sudut pandang dari pameris mengenai bentuk kesetaraan dalam kehidupan” tutur Saad pada pembukaan Pameran SAMA=DENGAN.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari ini berlangsung dengan meriah. Terlihat pada pembukaan pameran (11/5) yang diisi oleh beberapa band lokal seperti Cucumber And The Glass, Soulum, Heartbreak Club, Rumah Tiga Sisi dan Serufo Band yang berasal dari anggota Serufo sendiri. Pengunjung yang datang di hari pertama pun membludak, ada kurang lebih 300an pengunjung dari berbagai daerah dan latar belakang yang memenuhi Galeri SMSR pada hari itu. Pengunjung pun tampak antusias dengan karya-karya dari pameris dibuktikan dengan mereka yang betanya kepada pameris tentang maksud dari karya-karya mereka yang ditampilkan selain itu tidak sedikit pula pengunjung yang berfoto dengan karya-karya yang ada.

Dihari kedua, panitia mengadakan workshop Kamera Lubang Jarum yang diisi oleh komunitas Kamera Lubang Jarum Jogja. Kegiatan ini terbuka untuk umum tanpa biaya dengan kuota terbatas. Acara ini berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga kurang lebih pukul 14.00 WIB. Acara selanjutnya adalah diskusi karya yang bertujuan untuk menceritakan lebih banyak tentang karya maupun teknik yang digunakan dalam membuat karya tersebut oleh pameris.

Hari ketiga yang juga merupakan hari terakhir, diadakan workshop Lukis Totebag yang dipandu oleh Menanak Nasi Project. Berbeda dengan workshop sebelumnya, kali ini peserta harus membayar RP15.000,- untuk mengikuti workshop ini. dengan fasilitas mendapatkan sebuah totebag beserta alat dan bahan untuk melukisnya. Peserta dalam kegiatan ini juga dibatasi. Setelah berlangsung sekitar empat jam yaitu dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB, acara dilanjutkan dengan acara internal Serufo yaitu awarding untuk para anggota angkatan 19 sebagai penghargaan untuk dedikasinya dalam pameran dikjut ini.

1527451808100 (1)

Setelah itu acara dilanjutkan dengan penurunan karya yang kemudian akan dibawa kembali ke sekre Serufo di Student Center UNY.

Selamat angkatan 19 atas pamerannya! Tetap berkarya dan jaga terus kekompakannya!

Your email address will not be published. Required fields are marked *