SEPTEMBER: JFMI XI JEMBER

Pada 1-3 September 2018 telah diselenggarakan acara Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI) ke-XI yang bertempat di Jember, jawa Timur. Mengusung tema “Hai, Jember! Yo’ Opo Kabare, Mat?” yang bermaksud untuk menunjukkan adanya komunikasi antara dua belah pihak yaitu tuan rumah dan peserta. JFMI merupakan sebuah acara rutin tahunan yang bertujuan untuk mewadahi sekaligus ajang silaturahmi untuk menambah relasi dan mengembangkan wawasan tentang dunia fotografi di Nusantara. Tuan rumah JFMI pun tiap tahunnya berbeda-beda yang bertujuan untuk memberi suasana baru sekaligus mengeksplore kebudayaan yang ada di sana.

                UKM Serufo UNY kali ini mengirimkan 10 orang delegasi yaitu Hilmi Surya Majid, Ainul Laily, Alfianto Bayu, Risang Adli, Muhammad Gizka, Ian Yudana, Salma Haq, Sa’ad Maryanto, Ozan, Fajar Buyung yang berasal dari angkatan 17,18 dan 19 Serufo.

                Rangkaian acara JFMI diawali dengan pembukaan yang dilakukan di Gedung soetardjo Universitas Negeri Jember dengan tarian daerah. Setelah itu dilanjutkan dengan seminar fotografi tentang Travelling Photography yang dinarasumberi langsung oleh Zet Zaeni yaitu seorang Travelling photographer. Pada sore hari, peserta diajak menuju Pantai Papuma dengan agenda hunting foto model dan landscape. Setelah itu peserta diajak menuju penginapan, di sana seluruh anggota melakukan pengenalan UKM dari setiap daerah yang berjumlah kurang lebih 25 daerah diseluruh Indonesia.

                Pada hari kedua, agenda hunting dilanjutkan di gudang pengeringan tembakau dilanjutkan menuju Pasar Lumpur Tanoker. Di sini peserta hunting Tarian Tanoker yang dipersembahkan oleh warga sekitar dilanjutkan dengan kegiatan outbond. Sebagai penutup hari kedua, diadakan Musyawarah Nasional yaitu pemilihan tuan rumah pada JFMI XII yaitu pada tahun 2019 dengan hasil akhir Bali lah yang akan menjadi tuan rumah JFMI pada tahun depan.

                Hari terakhir yaitu hari ketiga peserta diajak ke Pabrik Cerutu untuk melihat sekaligus hunting proses pembuatan cerutu. Perjalanan dilanjutkan ke Puslit Koka yaitu tempat pengembangan tanaman coklat. Di sana peserta dipersilahkan hunting penanaman hingga pembuatan coklat siap santap. Untuk menutup agenda tahunan ini, diadakan acara penutupan yang dimeriahkan oleh penampilan band dan tarian. Selain itu disertai dengan pengumpulan foto dan pengumuman pemenang lomba foto.

                Terima kasih JFMI XI untuk pengalamannya, sampai bertemu di Bali pada JFMI XII! SERUFO BERCINTA!

Your email address will not be published. Required fields are marked *