PAMERAN BERSAMA -ANGGOTA AKTIF DAN ALUMNI-2016 “GEN ALPHA”

Pameran ini merupakan event 2 tahun sekali, berseling dengan pameran ekspedisi. Kali ini, UKM SERUFO UNY mengambil tema “GEN ALPHA” pada tahun 2016 ini. Pameran dilaksanakan pada 4-7 November 2016 di Jogja National Museum.

Gen alpha sendiri diambil setelah melihat fenomena dilingkungan sekitar setelah melihat perkembangan teknologi dan perkembangan jaman.

Saat ini, di era globalisasi, teknologi bukanlah hal yang tabu lagi untuk semua kalangan masyarakat di dunia ini. Globalisasi adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Namun, globalisasi ini memiliki dampak positif dan juga dampak negatif. Beberapa dampak positif dari globalisasi yaitu, kemudahan dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan informasi, komunikasi lebih mudah dilakukan, memacu untuk meningkatkan kualitas diri. Dan dampak negatif globalisasi, seperti informasi yang tidak tersaring, membuat sikap menutup diri, berpikir sempit, berperilaku konsumtif dan meniru perilaku yang kurang baik untuk dilakukan. Muncul juga guncangan kebudayaan (cultural shock) dan ketimpangan budaya (cultural lag). Manusia di era globalisasi, sangat bergantung pada teknologi. Dengan banyaknya teknologi dan hal-hal baru yang dibawa di dalam era globalisasi ini mebuat masyarakat Indonesia kehilangan indentitasnya. Budaya luar dan dalam yang saling tercampur aduk karena globalisasi dan modernisasi mengakibatkan ciri khas Indonesia mulai memudar.

Menurut Teori Generasi, ada 5 generasi yang terlahir setelah perang dunia kedua. Ada Baby Boomer (1946 – 1964), Generasi X (1965-1980), Generasi Y (1981-1994), Generasi Z(1995-2010) dan generasi paling muda adalah Generasi Alpha atau biasa disebut Gen A(2011-2025).Mark McCrinddle menulis, gen A adalah generasi yang paling akrab dengan internet sepanjang masa.Jadi, pada saat ini, generasi A yang paling tua baru berusia 4 atau 5 tahun.Jika generasi Y mengenal teknologi tinggi setelah remaja, dan generasi Z mengenalnya sejak anak-anak, bahkan Gen A sudah mengenal teknologi tinggi saat masih bayi. Anak-anak Gen A begitu akrab dengan teknologi sampai mereka tak mampu hidup tanpanya.Merupakan anak dari generasi Y dan Z, yang lebih berkemampuan, dengan jumlah anak yang sedikit dan dengan berbagai pilihan hiburan dan juga teknologi, generasi ini merupakan generasi yang sangat materialistik. Mereka tidak berpikir tentang teknologi sebagai alat tetapi mereka mengintegrasikan teknologi ke dalam kehidupan mereka.

Seperti yang kita tahu bahwasannya teknologi bukanlah hal yang tabu, semua generasipun sudah dekat dengan teknologi. Dalam hal ini kami ingin menuangkan gagasan atau ide kami mengenai fenomena global ini dan bagaiman kritik maupun solusi pameris melalui karya yang terbingkai dalam suatu tema Pameran Bersama Anggota dan Alumni UKM SERUFO UNY “GEN ALPHA”.

IMG_3718

 IMG_9600

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments