Diamlah Sejenak dan Lihat

by Niken Djokosuratno on Sunday, October 10, 2010 at 1:28pm

 
Mungkin saat ini kau berlari…
Sejauh kakimu menapaki hari dan tak henti menggapai mimpi
Mungkin detik ini kau tiba-tiba temukan asamu…
Segera mengemas bekalmu dan menyibak pintu untuk meraihnya…
Mungkin menit ini kau terhenyak…
Dan tersadar belum cukup yang kau dapat, dan kau mau lebih…
Jauh lebih banyak dari ini…
Mungkin hari ini kau merasa tak ada waktu untuk diam…
Karena detikmu berharga dan kesempatanmu tak boleh disia-siakan…
Mungkin bukan di sinilah kau seharusnya berdiri…
Tapi, di puncak gunung itu di mana kau bisa melihat semuanya dengan dada lapang dan terpuaskan…
Aku, kamu, mereka pada dasarnya sama…
Hanya mimpi dan cara kita yang berbeda…
Betapa besar yang kau harapkan…
Betapa sederhana yang mereka inginkan…
Dan betapa absurd yang kubayangkan…
Lalu, saat semua berada di titik yang sama…
Apa yang akan terjadi?
Apakah kau yang akan berhenti di sini?
Atau aku yang berlari?
Sementara mereka duduk diam menjadi penonton dan akan beranjak saat layar kita tertutup…
Semua indah pada akhirnya…
Lalu mengapa kita tidak sama-sama berbincang dalam diam dulu…
Berbagi waktu dengan kesunyian…
Saling memandang dan menelusuri masing-masing kita…
Karena diam kita begitu indah…
Diam kita begitu berarti…
Sambil memandang…
Sambil terdiam…
Dalam hening yang riuh…
Dan sepi yang ramai…

(Juste un petit silence dans la solitude)

(10-10-10/ 13:21)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments